Seiring waktu berjalan tak
terasa di era milenium ini geliat bimbingan belajar sudah seperti jamur di
kota-kota besar hampir disetiap kota besar memiliki puluhan bimbingan belajar,
bimbel yang sudah lama berdiri di era ini sekarang menjadi market leader, seperti Nurul
Fikri, Primagama, dan Ganesha Operation, dan membuat banyak bimbel-bimbel kelas menengah yang terbilang
muda juga sedang berkembang. Kompetisi
bimbingan belajar pada era sekarang lebih ke arah harga yang berbanding lurus
dengan kualiatas, makin mahal suatu bimbingan belajar makin baik fasilitas yang
diberikan namun hal tersebut sudah pasti bisa dinikmati bagi masyarakat
kalangan atas, dan kalangan menengah ke bawah akan berpikir ulang untuk
memasukan anaknya ke bimbingan belajar. Tersedianya jasa pendidikan dengan
harga terjangkau dan berkualitas menjadi suatu hal yang mungkin di periode
milenium ini semakin sulit di cari bagi kalangan menengah ke bawah, walaupun
perkembangan perkapita indonesia mencapai USD 3500/tahun tidak serta merta
pendidikan yang mahal menjadi pilihan utama. Dengan kondisi yang seperti ini
maka perlu adanya lembaga bimbel dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik
menjadi pilihan alternatif bagi para orang tua untuk mendaftarkan anak-anak ke
bimbel tersebut, dan akan siap bersaing dengan para market leader di bisnis
jasa ini.
Sekelumit permasalahan
pendidikan di Indonesia seharusnya menjadikan bimbel sebagai sebuah jalan
keluar yang mudah dicapai oleh semua orang agar hak atas pendidikan dengan harga
terjangkau dan mempunyai kualitas yang dapat dipertanggung jawaban bisa
dimiliki setiap orang, dan impian
Indonesia untuk memiliki kualitas sumber daya manusia yang bagus serta dapat
bersaing dalam dunia global ini mampu dicapai melalui perpanjangan tangan
bimbel. Lalu bimbel pun seharusnya tidak hanya memikirkan kepentingan bisnsinya
semata namun bisa memberikan nilai lebih kepada para orang tua yang menitipkan
anak-anak di sebuah bimbel.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar